SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
KADES LAMAHU : PENANGANAN COVID 19 SUDAH ADA PROSEDUR TETAPNYA, ITU SAJA RUJUKANNYA.

KADES LAMAHU : PENANGANAN COVID 19 SUDAH ADA PROSEDUR TETAPNYA, ITU SAJA RUJUKANNYA.

9

CORPS NEWS, GORONTALO – Penanganan Covid 19 sebenarnya tidak terlalu rumit, karena sudah ada Prosedur tetapnya.

Kepada awak media Corps News Gorontalo, Kades Lamahu Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo Risan Pakaya, SH diruang kerjanya (18/6/2020) mengatakan, penangananan Covid 19 oleh Pemerintah Desa sebenarnya tidak terlalu rumit dilaksanakan karena sudah ada Protapnya yang dikeluarkan oleh 3 Kementerian yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Desa Tertinggal. Itu saja rujukannya katanya.

Lebih lanjut Kades yang juga sebagai Sekretaris Asosiasi Kepala Desa Se-Kabupaten Gorontalo menuturkan bahwa, penanganan Covid 19 di Desa Lamahu, selain menjalankan Protap yang ada, ketegasan Pemerintah Desa tentang kepatuhan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan juga dimaksimalkan.

“saya sampaikan kepada warga, jika ada warga saya yang butuh pelayanan, kemudian datang ke Kantor Desa tidak memakai masker, tidak akan dilayani”.

“Alhamdulillah, ketegasan yang saya terapkan, disadari warga bahwa hal tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Desa kepada warga agar terhindar dari penularan Virus Corona. Sehingga kemudian sudah jadi kebiasaan setiap ke kantor Desa, warga selalu memakai masker, pungkas Risan”.

Risan menambahkan, terkait BLT yang sumbernya dari Dana Desa, prosesnya dilakukan secara selektif. Artinya bahwa Sebelum menentukan nama warga penerima BLT Dana Desa, terlebih dahulu dilaksanakan Musyawarah Desa Khusus guna memfinalisasi nama – nama warga penerima BLT DD.

Saat awak media meminta tanggapannya terkait penerapan PSBB dan New Normal Life, dirinya mengatakan bahwa PSBB baik tahap 1,2,dan 3 nampak belum maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kurva yang terpapar Covid 19 di Provinsi Gorontalo selama penerapan PSBB tidak mengalami penurunan.

Hal tersebut muncul berbagai asumsi, salah satunya belum maksimalnya kesadaran masyarakat tentang manfaat Protokol Kesehatan.

Loading...

Hal lain ungkap Risan, ketegasan yang kurang maksimal, yakni meloloskan salah seorang anak pejabat yang melakukan perjalanan dari zona merah menuju Gorontalo. Sesungguhnya kejadian ini sangat disayangkan.

Masyarakat diperketat, tetapi anak pejabat diloloskan.

Kemudian terkait pemberlakuan New Normal Life, kata Risan, ada 2 hal menurut saya perlu dipertimbangkan, yang pertama adalah penerapan biaya Rafid dan Swab yang begitu membebani masyarakat kecil. Kemudian yang berikut soal Protokol Kesehatan yang akan dioptimalkan di Era New Normal Life.

Menurutnya, Era New Normal Life bukan saja Orientasinya pada optimalisasi Protokol Kesehatan, akan tetapi sejatinya dibarengi pula dengan upaya untuk menjaga dan meningkatkan Imunitas Tubuh. Tindakan ini paling tidak dapat meminimalisir angka yang terpapar Covid 19. Artinya bahwa harus ada upaya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memfasilitasi pengadaan Vitamin bagi masyarakat melalui Pemerintah Desa atau Petugas Kesehatan.

Loading...

Namun pada prinsipnya, apapun kebijakan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo, saya selaku Pemerintah Desa Sami’na Waata’na, terang Kades Lamahu Risan Pakaya,SH (abduh hasan)

 

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat