SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Dirut PTPN V Diduga Tidak Serius Menangani Pemborosan Produksi  Di Kebun Karet Tamora

9

Kampar Riau Corpnews.com riau.-

Pelaksanaan, penindakan kepada karyawan PTPNV yang dilakukan pimpinan perusahaan atas  perusakan dan pemborosan produksi yang dilakukan karyawan di Afdeling 1 Blok H 4 kebun Tamora, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, kabupaten Kampar, provinsi Riau, diduga tidak serius.

Dimana penindakan yang dilakukan pimpinan perusahaan PTPNV  hanya berlaku pada kalangan bawah saja, diantaranya pemberhentian buruh harian lepas sebagai pelaksana deres, pemindahan mandor deres yang bernama Prianto menjadi mandor pemeliharaan,

Sedangkan mandor satu (Alam syah) dan Asisten Afdeling (Henrik Syarif Lubis), tetap pada posisinya, Ada Apa dengan pimpinan PTPN ?  Dan dimana tanggung jawab mandor satu  dan Asisten Afdeling 1. Selaku penanggung jawab produksi. Di perusahaan milik negara itu.

Menurut Narasumber Corpnews.com riau, yang namanya di rahasiakan menjelaskan bahwa,” dalam SOP penderesan di perusahaan PTPNV, sudah punya ketentuan dalam hal tata cara pelaksanaan sampai dengan batas batas yang di tentukan. dan tata cara itu sudah di terapkan dengan sistem deres yang benar, dengan istilah TM 1(deres awal) sebelah kiri pohon dengan ketinggian 130 cm dari tanah. dan Cara pelaksanaan pendesan pisau deres ditarik dari kiri atas kekanan bawah, dengan jangka waktu selama Lima tahun,  setelah produksi awal habis, di lanjutkan tahun ke enam pada kulit sebelah kanan dengan sistem yang sama, jika tidak di ikuti tata cara itu akan di kenai sanksi berat, karena produksi karet ada pada kulit”, terang Narasumber.

Dari pantauan Media dilapangan, produksi penderesan, baru berjalan tiga tahun, tetapi dilapangan sudah banyak batang karet yang sudah punya deresan daun dua dan cekung,

Loading...

Wartawan  Corpnews.com mengkonfirmasi Manajer (K.S) melalui WhatsAppnya bulan mei lalu tidak mau jawab, di telpon tidak mau Angkat. Kemudian di SMS mempertanyakan seputar permasalahan penderesan kemudian di balas” “tukang deres sudah di berhentikan bulan Maret lalu dan sudah di ganti”, balasnya.

Selanjutnya wartawan mengkonfirmasi Kabag Tanaman PTPNV di jalan Rambutan  (H.H.H) melalui WhatsAppnya, terkait dengan permasalahan pemborosan/perusakan produksi, sampai berita ini di terbitkan belum ada balasan sama sekali.

Tidak sampai di Kabag Tanaman PTPNV saja, wartawan Corpnews.com melanjutkan konfirmasi ke Dirut PTPNV (J.S) Melalui WhatsAppnya , terkait seputar permasalahan penderesan yang memakai daun dua dan cekung yang belum waktunya, juga diam seribu bahasa sampai berita ini di turunkan.

Hal ini pihak BUMN pusat perlu menelusuri, sekaligus mempertanyakan pimpinan PTPN V, seperti apa proses penindakan bagi karyawan yang sudah melanggar ketentuan ketentuan dalam SOP penderesan di kebun perusahaan BUMN Provinsi Riau,

Loading...

Karena dalam pantauan wartawan Corpnews.com Riau bersama Tim Anggota Aliansi Indonesia di bidang intelijen Investigasi Badan Aset Negara, bahwa penindakan yang di lakukan Pimpinan ptpnv Jalan Rambutan tidak serius memberikan sanksi bagi karyawan, mandor satu (Alam syah)  dan Asisten Afdeling (Herik syarif Lubis) Ada Apa ?

Apakah tindakan itu hanya berlaku pada orang lemah saja, atau berlaku kepada semua karyawan PTPNV. (D.H/CC/ Team)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat