SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Terinspirasi Oleh Guru Dan Dosen, Pria Muda ini Sukses Budidaya Ayam Petelur

Terinspirasi Oleh Guru Dan Dosen, Pria Muda ini Sukses Budidaya Ayam Petelur

62

Corpsnews.com, Lembata – Terinspirasi dari Guru dan Dosen sewaktu menempuh pedidikan SMA hingga Kuliah, Pria muda asal Wuakerong, Kabupaten Lembata, membangun usaha Budidaya Ternak Ayam petelur, selasa, 09/06/2020.

Agustinus Soge, saat di wawancara, menyampaikan bahwa suatu pekerjaan datang kepada kita ketika kita bisa melihat peluang yang baik dan berani mengambil tanpa melihat hasil terlebih dahulu. Saya terinspirasi dari salah satu guru sewaku saya menempuh pendidikan tingkat menengah atas (SMA) yang memiliki usaha ternak ayam petelur dan juga Dosen saya sewaktu menempuh pendidikan tinggi yang memiliki usaha ternak ayam kampung.

“Melihat peluang untuk berwirausaha ternak ayam petelur di kampung saya, untuk melanjutkan ide saya mencoba berkoordinasi dengan kakak mengenai usaha yang akan saya jalankan dan respon baik dari keluarga yang sangat mendukung usaha tesebut hingga usaha saya berjalan juga”, ucap pemuda yang lebih akrab disapa Gustin itu.

Foto dari hasil ternak ayam petelur.

Usaha peternak ayam petelur ini saya mulai dari bulan Oktober 2018 dengan biaya yang ditanggung oleh kakak, saya mulai membuat kandang dengan luas 50 x 9 Meter, yang dapat menampung populasi lebih dari 100 ekor ayam. Untuk permulaan populasi yang ada 300 ekor namun berkurang menjadi 280 ekor karena 20 ekor mati.

“Saya bersyukur dengan usaha beternak ayam petelur dari 280 ekor yang tersisa dalam satu bulan keuntungan yang diperoleh 9 juta dari hasil penjualan dalam hitungan kotor. Pemasaran hasil ternak tidak kami jalankan karena kebanyakan konsumen datang dan membeli sendiri ditempat usaha”, ujarnya.

Dalam menjalakan usaha ini setiap hari, saya harus berada di kandang ayam untuk memberi makan dan minum serta sanitasi dalam kandang, kegiatan seperti ini dijadwalkan dari pukul 07.00 WITA dengan memberi makan ayam dan sanitasi, selanjutnya pada pukul 12.00 WITA memberi ayam minum dan memungut telur yang sudah dihasilkan sampai dengan pukul 15.00 WITA, pukul 16.00 ayam harus diberi makan dan minum sekaligus menghidupkan penerangan kandang, jelasnya.

Foto Kandang ayam petelur.

Jenis pakan yang saya pakai adalah pakan konstrat yang berkualitas, memiliki kandungan protein yang di distribusikan langsung dari surabaya melalui agen yang ada di kota kabupaten. Pakan tersebut kemudian saya tambahkan dengan pakan lokal berupa jagung giling dan dedak yang dengan takaran satu kali campuran 200 kg dari campuran 70 kg concentrate + 100 kg jagung giling + 30 kg dedak. Sampai saat ini hasil yang diperoleh setiap hari dari 1 ekor ayam mencapai 1-2 butir telur, yang kemudian langsung disimpan pada rak telur yang telah disediakan.

Dengan hadirnya usaha budidaya ayam petelur yang saya jalankan tentu dapat dijadikan motivasi pemuda yang ada di Lembata dan juga seluruh Indonesia yang belum memilki pekerjaan usai menempuh pendidikan, bisa memulai usaha kecil-kecilan dengan mengandalkan skil atau kemampuan yang dimiliki tanpa memiliki rasa malu, demikian harapan dari Agustinus, yang juga menjabat sebagai Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Stasi. St. Yoseph Wuakerong itu.

Loading...

Penulis Yopi bedan
Editor Fiand

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat