Eks Pejuang Timor Timur Ancam Kembali ke Timor Leste dan Membawa Indonesia ke Mahkamah Internasional

Eks Pejuang Timor Timur Ancam Kembali ke Timor Leste dan Membawa Indonesia ke Mahkamah Internasional

64

CORPSNEWS, KUPANG – Sebanyak 4.115 eks pejuang Timor timur yang tergabung dalam Paguyuban Pejuang dan Korban Politik Timor Timur mengancam akan melaporkan pemerintah Indonesia ke mahkamah Internasional di Den Hagg – Belanda.

Selama ini mereka hidup tersebar di daratan Pulau Timor Barat dengan kondisi memprihatinkan berasal dari Kabupaten Kab. Dili, Liquiza, Aileu, Ermera, Bobonaro, Ainaro, Kofalima, Ambenu, Manufai dan Manatutu. Mereka kecewa karena sejak pasca jajak pendapat pada 1999 silam tidak ada perhatian dari Pemerintah Indonesia.

“Kami ini dianggap pelanggar HAM berat tetapi anehnya sampai sekarang kami tidak pernah dihukum dan dilarang tidak boleh ke Timor Leste, Kami di Indonesia pun ditelantarkan, penderitaan ini sudah kami rasakan sejak 21 tahun lalu” jelas delegasi Paguyuban Canzio Lopez de Carvalho.

BACA JUGA: Eks pejuang Timor Timur ancam kembali ke Timor Leste dan membawa Indonesia ke mahkamah nternasional

Mereka berencana akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Probowo Subianto tapi saat ini terkendala karena wabah pandemi covid 19.

“Harta benda ditinggal disana, kami ke Indonesia hanya pakaian dibadan dan selama 21 tahun kami sangat susah. Pak Prabowo Subianto sudah menjadi Menteri Pertahanan maka kami mau bertemu beliau untuk sampaikan aspirasi. Wakru berjuang dulu kami hanya kenal Pak Prabowo tidak ada yang lain” sambung Mantan Komando Sektor C, Panglima Wilayah C Pasukan Integrasi itu.

Jika sudah bertemu dengan Menhan mereka hanya minta dimasukan sebagai veteran karena banyak rekan rekan sesama pejuang integrasi tidak terdaftar sebagai veteran malah ada oknum yang tidak pernah ke Timor Timur waktu itu bisa terdaftar sebagai veteran.

Canzio mengeluhkan proses menjadi veteran ini harus membayar sejumlah uang.

Loading...

“Kami ini murni pejuang masa untuk jadi veteran harus setor uang ? Negara yang harus hargai jasa kami, kami sudah menunaikan tugas warga negara dengan perjuangan fisik membela dan mempertahankan merah putih karena itu hak yang diberikan adalah menjadi veteran” tambahnya.

Untuk itu mereka berencana akan menggelar aksi damai terdiri dari 10 warga eks Timor Timur di perbatasan Mota Ain dan Mota Asin di Malaka jika tidak menghiraukan aspirasi mereka.

“Jika tidak ditanggapi, kami akan melakukan aksi damai di perbatasan. Yang kedua kami akan gelar kongres luar biasa seluruh warga eks Timor Timur untuk menentukan nasib apakah tetap di Indonesia yang terabaikan seperti ini atau kita tentukan sikap politik untuk harus pulang kembali ke Timor Leste dengan segala resiko berat. Tapi ingat sebelum kami pulang kami akan membuat perhitungan dengan negara yang kami cintai ini di mahkamah Internasional bila perlu kami tuntut Indonesia ganti rugi” tegasnya.(Diantimur)

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat