Alumni JMK3 : Pemkot Musti PE Secara Efektif & Rapid Test Masal

Alumni JMK3 : Pemkot Musti PE Secara Efektif & Rapid Test Masal

Corpsnews, Kota Kupang – Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMK3), melakukan analisa terhadap jumlah kasus ODP dan 1 Pasien Positif Dikota Kupang. Data dari gugus tugas covid 19, Pemerintah Kota Kupang mencatat, ODP : 201 Orang, PDP 4 Orang, Pasien Positif Satu Orang (Sabtu, 11/04/2020).

Alumni JMK3, Thomas M. Shody, S.KM saat di konfirmasi media, via WA (10/04/2020), menyampaikan bahwa “Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah kota Kupang lewat dinas terkait untuk segera menjalankan Penyelidikan Epidemiologi (PE), yang dimana kegiatan ini untuk mengenal sumber penularan dan faktor penyebab timbulnya penyakit covid 19 ini dengan melihat sasaran (orang), tempat dan waktu penyebaran virus tersebut, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dodi panggilan akrabnya,
” Tentunya kami menginginkan pemerintah bergerak secara optimal dengan data yang disampaikan oleh pasien dan kami pun berharap pasien bekerjasama secara jujur supaya tenaga kesehatan dan medis yang dikerahkan melakukan PE ini secara efektif, karena hasil penyelidikan epidemiologi tersebut bisa memperlihatkan kemungkinan arah penyebarannya ke mana saja dan dengan PE yang tepat dan efektif akan bisa menghasilkan data yang akurat untuk membantu pengambilan kebijakan demi pemutusan mata rantai penularan virus Covid 19 ini”. jelasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi via telepon, Eka Yusuf, S.Kep, Ns mengungkapkan bahwa
” Pemerintah Kota Kupang juga harus mengambil langkah cepat untuk bisa melakukan test masal dengan rapid test, mengingat NTT yang telah menjadi zona merah dan berdasarkan data saat ini, titiknya berada di kota kupang.

ODP kota Kupang ada 200 lebih Jiwa lalu disaat yang bersamaan pemeriksaan swab untuk pada LAB rujukan pemerintah pusat sangat membutuhkan waktu yang lama akibatnya dapat kita lihat pada pasien 01 Covid 19. Alangkah baiknya sambil menunggu, pemerintah secara rutin dengan memaksimalkan data penyelidikan epidemiologi tersebut melakukan test secara masal, ” Harap mantan sekretaris umum itu.

Perlu diketahui juga salah satu kelebihan pemeriksaan rapid test adalah tes ini cepat dan mudah untuk dilakukan. Cara ini juga bisa menjadi alternatif skrining cepat untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan. Apalagi kota kupang telah terkonfirmasi satu kasus positif, meskipun kekurangannya, hasil dari tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis COVID-19.

” Pasien yang positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab. Sementara itu pasien yang negatif, idealnya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian. Jika tidak memungkinkan untuk mengulang, maka harus tetap isolasi di rumah selama 14 hari”, tutupnya.

*Fisel*

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat