Loading...

Belajar etika politik kepada Anies Baswedan.

Gubernur Anies Baswedan

Corpsnews.com — Saat awal ditawari Prabowo jadi Cagub DKI 2017 lalu dia menolak, alasannya karena Anies dulu adalah tim sukses nya Jokowi.

Ada etika yang dijunjung tinggi Anies disana. Seorang Politisi kalau jam belajarnya cukup memang enak dilihat.

Loading...

Anies pun tidak protes saat Jokowi memcatnya, karena memang Anies profesional.

Anies paham pemecatannya bukan karena anies tidak fit and proper, tapi karena anies tidak punya partai yang melindungi jabatannya.

Saat Anies berjanji kepada warga DKI untuk mengemban amanah 5 tahun, dia tepati dengan tidak majunya anies sebagai capres pada pilpres 2019 kemarin karena amanah warga DKI sampai 2022.

Loading...

Sekarang banyak kepala daerah yang loncat ingin naik jabatan dengan melanggar sumpah janjinya kepada rakyat untuk mengabdi 5 tahun. Ini Mazhab pak Jokowi.

Walikota pengen jadi gubernur dan bupati pengen jadi gubernur ditengah masa jabatan walikotanya belum selesai dan masalah kotanya juga belum beres. Minim etika.

Loading...

Sayangnya partai mereka juga mendorong agar walikota ingkar janji, agar bupati ingkar janji. partai nya mendorong sang walikota untuk maju sebagai Gubernur.

Padahal mereka adalah kelompok yang sering jualan ayat dan hadits dalam kampanye nya. Kelompok ustadz dan habib. Memprihatinkan sekaligus memalukan.

Anies salah satu contoh kepala daerah yang paham demokrasi dan bertanggungjawab atas nalar demokrasi yang dia yakini. Bukan model kepala daerah plin plan, minim prestasi dan suka ingkar janji.

Belajar etika politik ke Anies. Jangan malu belajar kepada orang lain yang tidak separtai dengan kita, tidak satu aliran dengan kita.

Karena kebaikan ada dimana saja, karena putra terbaik bangsa ada di semua kalangan dan kelompok. Bukan hanya kelompok kita saja.
Sumber : FB Tengku Zulkifli Usman (Pengamat Politik)

Loading...
Loading...
Loading...