SELAMAT DATANG
MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG
Kualitas Bawang Putih Di SumBar . Di Persiapkan Geser Impor Dari Cina

Kualitas Bawang Putih Di SumBar . Di Persiapkan Geser Impor Dari Cina

PADANG, CORPSNEWS.COM — Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit takjub kualitas bawang putih yang baru pertama kali ditanam di Tanjung Alam karena sangat bagus kualitasnya. Bisa menyamai kualitas impor China.

“Kalau ada bawang putih lokal yang berasal dari sini kenapa kita mesti impor? Apalagi kualitasnya menyamai bawang putih impor,” ucap Nasrul Abit dihadapan masyarakat saat panen perdana bawang putih di lereng Gunung Merapi, Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar,

Nasrul Abit menilai, panen perdana ini suatu kebanggaan baru bagi Sumbar Karena tidak semua lahan bisa ditanami bawang putih. Karena ketinggian lahan 800 sampai seribuan MDPL. Sementara di daerah Tanjung Alam ini ada 127 hektare lahan yang tersedia.

“Kita minta Dinas Pertanian bisa memberikan kemudahan bibit bawang putih terbaik. Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan ini, Sumbar tidak kekurangan akan bawang putih,” kata Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama masyarakat saat panen perdana bawang putih di lereng Gunung Merapi, Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar,

Nasrul Abit optimis, penanaman bawang putih di Sumbar bisa menekan angka impor bawang putih selama ini. Panen bawang putih jenis varietas adalah Lumbu Hijau yang dikelola oleh kelompok Wanita Tani (KWT) Lereng Gunung Merapi (Legumer) seluas empat hektare tumbuh subur. Jenis Varietas sangat cocok dengan karakter tanah di Sumatera Barat.

Pemprov Sumbar menargetkan permasalahan bawang putih di wilayah setempat selesai tahun 2021 mendatang dan menjadi salah satu sentral bawang putih dengan target tanam seluas 6.000 hektar (Ha).

“Sebagai antisipasi agar kedepan tidak terjadi lonjakan harga bawang putih dan tidak lagi mengandalkan impor dari China. Saat ini Pemerintah Pusat sudah menyetop impor produk hortikultura termasuk bawang putih dari China untuk sementara waktu, disebabkan adanya wabah virus Corona,” kata Nasrul Abit.

Menurut Nasrul Abit, untuk panen bawang putih varietas Lumbu Hijau ini diperkirakan, hasil panennya mencapai empat hingga enam ton untuk satu hektare, jika panen ini mencapai rata-rata dalam 1 hektar mengalami penyusutan hingga 60 persen bisa menghasilkan 19,2 ton per hektare dengan harga Rp15 ribu per kilogram Rp280 juta per hektar.

Loading...

“Jadi masyarakat Tanjung Alam bisa menikmati panennya. Apalagi saat ini harga sedang naik yaitu bisa mencapai Rp25 ribu, paling tidak petani bisa menghasilkan Rp480 juta per hektare sekali panen,” jelas Nasrul Abit.

Kendati demikian, Nasrul Abit berharap kedepan Sumbar mendapat pendampingan dari pihak Kementerian Pertanian. Sehingga hasil panen yang cukup melimpah ini bisa berdampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak pernah bayangkan hasil panen perdana sebanyak ini. Mudah-mudahan Sumbar mendapat perhatian serius pemerintah,” tukasnya. ( Haluan.com )

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat