JAKARTA – Forum Santri Indonesia (FSI) merupakan salah satu Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) dengan berbasis Santri di berbagai pondok pesantren atau di berbagai tempat pendidikan Islam yang tersebar di 34 Propinsi di seluruh Indonesia sekaligus Organisasi Independen yang menjadi wadah pemersatu pemuda Islam.

FSI memiliki visi dan misi yaitu untuk membangun Santri yang modern berakhlak, berkwalitas, serta bisa menunjang pembangun bangsa Indonesia lebih baik, serta tetap menjaga norma-norma agama dan menjaga kesatuan persatuan.

Bertepatan dengan hari Pahlawan tanggal 10 November 2019, FSI mengadakan perayaan Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019 yang juga sekaligus Syukuran dan Doa pelantikan Ir H. Joko Wododo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin yang di adakan di Gedung Serba guna I Asrama Haji Pondok Gede Jl. Raya Pondok Gede, Pinang Ranti Jakarta Timur – DKI Jakarta

Loading...

Perayaan tersebut cukup meriah dengan di hadiri oleh para Tokoh Nasional , Tokoh Ulama Para Santri dan juga tokoh lintas agama.

Turut menghadiri perayaan tersebut Dr. Ir H. Akbar Tanjung, sebagai Pelindung Nasional Forum Santri Indonesia, Dewan Pembina FSI Dr H . Suroyo.SE MM, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Perwakilan dari Kementrian Sosial, Kemendagri, Kemenkumham, Perwakilan dari Keluarga Presiden Jokowi, Para Pimpinan Pesantren serta Bupati Memberamo raya, Papua.

Loading...

Saat jumpa pers di sela – sela acara perayaan Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019, Dorinus Dasinapa Bupati Mamberamo Raya Papua, mengungkapkan alasan kehadirannya memenuhi Undangan Forum Santri Indonesia, sebagai bentuk toleransi umat beragama dan akan bersinergi bersama Forum Santri Indonesia Cabang Papua

“Pesantren pada hakikatnya adalah laboratorium peradaban yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian. Dalam Perjalanan berbangsa dan bernegara selama ini, persaudaraan, perikemanusiaan dan toleransi lebih di utamakan demi menunjukan rasa cinta kasih satu sama yang lain”Tutur Dorinus Dasinapa Bupati Mamberamo Raya Papua.

Lebih lanjut Dorinus Dasinapa, Bupati Mamberamo Raya, Papua menambahkan moment Syukuran dan Doa milad Hari Santri Nasional yang membawa tema Santri Indonesia untuk Perdamaian dunia ini, marilah  kita bersama fokus dan berkomitmen sebagai bangsa yang besar dan majemuk untuk menjaga perdamaian di Indonesia.

Loading...

“Bagaimana mungkin perdamaian dunia akan terlaksana jika perdamaian di Indonesia belum menjadi fokus kita bersama,karena komitmen kita sebagai bangsa yang besar dan majemuk masih terkesan longgar dan kontroversi? Sehingga marilah  kita bersama fokus dan berkomitmen sebagai bangsa yang besar dan majemuk untuk menjaga perdamaian di Indonesia”.tambah Bupati Mamberamo Raya

Terakhir Bupati Mamberamo Raya menuturkan dinamika yang terjadi beberapa waktu belakangan ini terkait masalah rasisme adalah kelalaian kita semua dalam memperkuat akar dari nilai-nilai pluralisme atau keberagaman dalam rumah besar bernama Indonesia.Sehingga untuk mensinkronisasikan perbedaan paradigma antara umat muslim dan umat nasrani di Tanah Papua moment kehadirannya pada Syukuran dan Doa milad Hari Santri Nasional ini Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa siap berkolaborasi langsung bersama dengan saudara-saudara umat muslim di tanah Papua dalam kepengurusan Forum Santri Indonesia Cabang Provinsi Papua.

“Dinamika yang terjadi beberapa waktu belakangan ini terkait masalah rasisme adalah kelalaian kita semua Sehingga untuk mensinkronisasikan perbedaan paradigma antara umat muslim dan umat nasrani di Tanah Papua moment kehadiram saya pada Syukuran dan Doa milad Hari Santri Nasional ini,saya ingin mengatakan bahwa kami siap berkolaborasi langsung bersama dengan saudara-saudara umat muslim di tanah Papua dalam kepengurusan Forum Santri Indonesia Cabang Provinsi Papua.”ujar Dorinus Dasinapa

Isra A sanaky

Dalam Sambutannya sebagai laporan Ketua Panitia Isra A sanaky yang juga merupakan Bendahara Umum FSI mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019 yang juga sekaligus Syukuran dan Doa pelantikan Ir H. Joko Wododo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

“Puji syukur atas terlaksananya acara Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019 yang juga sekaligus Syukuran dan Doa pelantikan Ir H. Joko Wododo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Acara ini awalnya di rencanakan akan di adakan di Istana Negara, namun karena tanggal 22 oktober lalu bertepatan dengan pelantikan kabinet sehingga atas rekomendasi Setneg perayaan di dapat terlakasana di Gedung Serba guna I Asrama Haji Pondok Gede Jl. Raya Pondok Gede, Pinang Ranti Jakarta Timur – DKI Jakarta”Ucap Isra, ketua Panitia Penyelenggara.

Dr H . Suroyo.SE MM

Sebagai Dewan Pembina Dr H . Suroyo.SE MM. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perjuangan FSI lebih dititik beratkan kepada menciptakan santri yang memiliki kualitas agar siap untuk bersama membangun bangsa sehingga para santri harus mengenyam pendidikan minimal sampai tingkat sarjana.

“Perjuangan FSI lebih dititik beratkan kepada menciptakan santri yang memiliki kualitas agar siap untuk bersama membangun bangsa sehingga para santri harus mengenyam pendidikan minimal sampai tingkat sarjana.”Ungkap Dr H . Suroyo.SE MM. Dewan Pembina FSI

Irwan Ari Kurnia

Kepada Pelindung Nasional FSI Dr.Ir. H Akbar Tanjung, Ketua Umum DPP FSI Irwan Ari Kurnia saat pidatonya melaporkan bahwa FSI saat ini sudah bergerak di bidang ekonomi dengan bersinergi bersama beberapa kementrian dan Bulog.

“Kesempatan ini saya juga melaporkan kepada orang tua kami pelindung nasional, bahwa FSI saat ini sudah mulai bergerak di bidang ekonomi berbasis santri”.Ungkap Ketua Umum DPP FSI Irwan Ari Kurnia.

Lebih lanjut ketua umum FSI Ketua Umum DPP FSI Irwan Ari Kurnia juga melaporkan kepada Pelindung Nasionalnya bahwa struktur FSI saat ini sudah berada di 22 Provinsi seluruh Indonesia.

“Juga saya laporkan bahwa FSI sudah berada di 22 Provinsi dan akan terus berjuang sampai seluruh Indonesia”. Ujar Ketua Umum FSI menambahkan

Indonesia merupakan negara demokrasi muslim terbesar di dunia dan juga merupakan Negara Demokrasi Terbesar Ketiga Dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi, sebagai negara muslim terbanyak di dunia, hal itu disampaikan Pelindung Nasional FSI Dr. Ir. H Akbar Tanjung saat menyampaikan pidatonya.

“Indonesia Sekarang menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, dan juga menjadi Negara demokrasi muslim terbesar didunia sesuai dengan urutan jumlah pendududuk Indonesia di dunia”.Ucap Pelindung Nasional FSI Dr. Ir. H Akbar Tanjung.

Dr. Ir. H Akbar Tanjung

Lebih lanjut Pelindung Nasional FSI Dr. Ir. H Akbar Tanjung menambahkan Agama Islam tepat, cocok dan kompatibel untuk demokrasi.

“Menjadi Negara demokrasi muslim terbesar didunia sehingga agama Islam tepat, cocok dan kompatibel untuk demokrasi”.Ungkap Pelindung Nasional FSI Dr. Ir. H Akbar Tanjung menambahkan.

Ditemui Usai Perayaan acara Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019 yang juga sekaligus Syukuran dan Doa pelantikan Ir H. Joko Wododo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Kabid Sospol FSI, Delfi Tasar mengucapkan Selamat Hari Pahlawan.

Tonton Video FSI Adakan acara Milad Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional 2019 yang juga sekaligus Syukuran dan Doa pelantikan Ir H. Joko Wododo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin..

(Igus)