Diduga Korupsi, 4O Anggota DPRD Jeneponto Dilaporkan di Kejati Sulsel

0
2141
Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) menggelar aksi demonstrasi depan Kantor Kejati Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Senin (14/10/2019).

MAKASSAR – Puluhan aktivis mahasiswa yang mengatas namakan Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia(GPMI) melakukan aksi unjuk rasa depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Senin (14/10/2019).

Massa aksi ini melaporkan puluhan oknum anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, yang baru dilantik beberapa pekan lalu.

Anggota DPRD Jeneponto ini diduga melakukan tindakan pindana korupsi senilai Rp 1.477.253.064,00.

Dalam orasinya, Bimbim selaku Jenderal Lapangan Aksi menyampaikan sekitar 40 anggota DPRD Jeneponto terindikasi melakukan korupsi secara berjamaah.

“Kami meminta Kejati Sulsel segera memeriksa dan menangkap anggota DPRD Jeneponto”, teriak Bimbim dengan lantang.

Bimbing menyebutkan, bahwa yang dikorupsi anggota DPRD jeneponto ini adalah dana tunjangan komunikasi insentif (TKI), dana opersional pimpinan (DOP) DPRD dan tunjangan reses dan belanja asuransi kesehatan tahun anggaran 2018.

“Semuanya tidak sesuai ketentuan.
Pembayaran tunjangan komunikasi intensif(TKI)dana operasional pimpinan (DOP)melebihi ketentuan sebesar Rp. 1.477.253.064”, jelasnya.

Olehnya, lanjut Bimbim, pihak akan terus mengawal kasus ini sampai pihak Kejati Sulsel menangkap anggota DPRD Jeneponto yang telah merugikan negara.