Loading...

Berikut Penilaian Alumni HMI Terhadap Nurhasan Kandidat Bupati Maros 2020

0
Prof Dr Mustari Mustafa, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok (Foto: ist)

MAKASSAR – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof Dr Mustari Mustafa memberikan dukungan penuh kepada Nurhasan untuk maju bertarung di Pilkada Maros 2020 mendatang.

Sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof Mustari menyebut perbincangan langsung dan tidak langsungnya dengan Nurhasan mengesankan visinya tentang pendidikan dan kebudayaan sangat kuat dan mendalam.

Prof Mustari menilai, kandidat Bupati Maros Nurhasan sangat layak untuk diberi kepercayaan oleh masyarakat Maros dalam memimpin dan membimbing mereka bersama pengetahuan dan pengalamannya itu.

“Saya mengenal Nurhasan dengan baik, sosok aktivis yang transformatif dan cukup berpengalaman di dunia intelektual, bisnis, politisi dan organisatoris,” ungkap mantan Direktur LDMI HMI Cabang Makassar Ini, Sabtu (21/10/2019)

Nurhasan yang biasa disapa Cacang adalah aktivis multi talenta yang tidak pernah nengenal kata menyerah. Baginya, organisasi adalah tumpuan hidupnya dalam berkarir. Terkhusus, yang pernah ia lakoni di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Loading...

Sementara itu, Muh. Isra DS, alumni HMI IAIN/UIN Alauddin yang memiliki keluarga besar dan jejaring di Maros menuturkan bahwa sosok Nurhasan adalah aktivis multi talenta yang tidak pernah mengenal kata menyerah, baginya orang yang belum menang itu bukan orang yang kalah, saat menyerah itulah orang yang kalah.

“Jadi sosok Petarung sangat pantas disandang oleh Nurhasan,” kata Isra yang juga Alumni SMP 1 Maros ini.

Olehnya itu, Isra menilai bahwa Nurhasan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya alumni HMI.

Loading...

“Keinginannya untuk kembali majiu bertarung dalam Pilkada Maros adalah sebuah ikhtiar suci yang perlu dukungan dan support semua pihak terkhusus Alumni HMI,” tutup Isra yang juga berprofesi sebagai jurnalis dan LSM Ketua Forum Sehati Mitra (FOSMI) Nusantara.

Dewan Penasehat KAHMI, Akbar Tandjung dan Nurhasan, kandidat Bupati Maros (Foto: ist)

Bukan hanya itu, sesepuh Partai Golkar, Akbar Tandjung turut memberikan support dan masukannya saat menerima kunjungan silaturahim Nurhasan di kediaman pribadinya di Jakarta pada Jumat 11 Oktober 2019 malam.

Akbar Tandjung turut memberikan support dan masukannya ke kandidat bupati Maros Nurhasan, jelang tahapan Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Saat bersilaturahmi, Cacang meminta doa dan restu Akbar Tandjung untuk maju bertarung di Pilkada Maros. Selain kapasitas Akbar sebagai tokoh nasional, juga adalah senior di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Loading...

“Saya menemui beliau tentu kapasitasnya sebagai salah satu guru bangsa, dan kakak kami di HMI. Sebagai adik, penting untuk mendengar masukan dan nasehat-nasehatnya. Alhamdulillah, beliau juga memberikan apresiasi,” tambah Cacan yang juga eks pentolan PB HMI.

Sebelumnya, Nurhasan secara khusus menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di Makassar. Sama dengan Akbar Tandjung, ia meminta restu sekaligus “mappatabe” untuk maju mewakafkan diri di Maros. Apalagi, JK merupakan tokoh asal Sulsel.

Sekadar diketahui, mantan Ketua DPW PBR Sulsel ini, semakin menunjukkan keseriusannya maju kembali di Pilkada Maros. Selain menemui sejumlah tokoh nasional dan tokoh masyarakat, Cacan termasuk kandidat yang paling aktif mengincar dukungan partai politik.

Hingga saat ini, Cacan sudah mendaftar di lima partai politik. Masing-masing, PDIP, Golkar, Gerindra, PKB dan PKS. Di semua partai itu, ia mendapat sambutan hangat dari pengurus dan tim penjaringan parpol. Bahkan, diberi kesempatan menyampaikan visi-misinya.

Cacan adalah kontestan di Pilkada Maros 2010. Kala itu, perolehan suaranya terpaut tipis dari kandidat terpilih, yakni Hatta Rahman-Andi Harmil Mattotorang. Selisihnya kurang lebih 8.000 suara. Khusus di Pilkada 2015, ia batal maju karena jelang penutupan pendaftaran di KPU, koalisi dukungan parpol tak memenuhi syarat.

Khusus jelang Pilkada 2020, nama Nurhasan selalu diperhitungkan dibeberapa hasil survei yang dirilis. Padahal pergerakan atau sosialisasinya ke masyarakat belum dimassifkan. Termasuk belum menyebar atribut peraga secara resmi.

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...