CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Kader HMI Tarbiyah UIN Alauddin Lulus Beasiswa ke Australia, Begini Kisahnya

BAGIKAN :

MAKASSAR – Menempuh suatu pendidikan formal di berbagai kampus atau universitas di luar negeri memang bukan hal yang mudah, butuh kerja keras dan komitmen tinggi, sebab tanpa usaha dan keyakinan yang kuat, mimpi itu tak akan tercapai.

Khususnya di Sulawesi Selatan, dari ratusan bahkan ribuan pemuda dan pemudi memiliki niat untuk melanjutkan studi di luar negeri. Namun, hal itu ditempuh melalui tahap seleksi yang begitu ketat.

Salah satu contoh kisah perjuangan Nur Jannah Husain, Alumni UIN Alauddin Makassar telah membuktikan dirinya lulus di Monas University of Australia, dengan jalur beasiswa LPDP.

Loading...

Kepada awak media, Selasa (17/9/2019), ia menceritakan kisah perjuangannya sejak proses pendaftaran beasiswa sampai lulus.

Jannah mengatakan, kuliah di luar negeri memang sudah menjadi cita-citanya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Pinrang.

Loading...

Ketika dirinya lulus dari SMA, ia mencoba mendaftarkan diri di kampus UNM Makassar, namun ia lulus di jurusan pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

“Setelah lulus SMA, saya coba daftar di kampus UNM Makassar, tapi bukan rejeki, malahan lulusnya di UIN”, ucap perempuan kelahiran Kabupaten Pinrang ini.

Setelah meyelesaikan studinya di UIN Alauddin Makassar, ia ke Kediri selama 2 bulan lebih untuk ikut kursus Bahasa Inggris, dan masuk di Yayasan Insancita Bangsa (YIB).

Loading...

“Saya ke Kediri ambil dasar bahasa inggris, belajar grammar dan speaking. Alhamdulillah, saat itu jg ditawari ikut YIB yang memiliki program kursus gratis oleh salah seorang senior kohati (kak Imma)”, ucapnya.

Wakil Sekretaris Bidang PPPA HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar periode 2015-2016 ini mengaku, bahwa tujuan dirinya ke Kediri (kampung tempat kursus bahasa Inggris) hanya ingin mengambil TOEFL (skill bahasa inggris). Namun, ia terinspirasi dengan para penerima beasiswa dari berbagai jalur.

“Awalnya, saat ke Kediri cuman mau ambil toefl terus daftar beasiswa dalam negeri. Tapi pas di YIB di Serang, Banten, saya berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki cita-cita untuk kuliah di luar negeri. Bahkan, beberapa dari mereka yang saat itu jadi tutor sudah menjadi awarder di berbagai beasiswa seperti LPDP, Kominfo, Chevening, Full Bright, dll”, tutur Alumni UIN Alauddin Makassar ini.

Terus, kata Jannah, karena sering bersama mereka dan belajar IELTS bersama, akhirnya termotivasi lagi untuk lanjut kuliah di luar negeri.

“Perjuangan dapat IELTS betul-betul tidak gampang. Dalam sehari, tidur cuman 3-4 jam, sisanya harus belajar. Apalagi saya nda punya dasar bahasa inggris sebelumnya, jadi betul-betul kerja keras”, tambahnya.

Setelah mengikuti tes IELTS, Jannah mencoba mendaftar daftar beasiswa Australia Awards Scholarship (ASS), namun tidak lulus. Bahkan, dirinya sempat disuruh mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh kedua orang tuanya, tapi tak dilakukan. “Orangtua juga sempat suruh ikut tes CPNS, tapi saya nda ambil”, tuturnya.

Ia pun meyakinkan kedua orangtuanya, bahwa dirinya masih ingin melanjutkan pendidikan, dan belum memiliki niat untuk bekerja.

“Saya berusaha yakinkan orangtua, kalau saya masih mau kuliah dan belum mau kerja, belum mau terikat sama instansi manapun, masih mau explore diri, masih punya mimpi besar yang harus diwujudkan”, ujar Jannah.

Akhirnya, bulan Juni 2019 lalu, Jannah memberanikan diri mendaftar jalur beasiswa LPDP, dengan mengikuti tiga tahap seleksi.

“Bulan 6 kemarin, saya daftar LPDP. Ada tiga tahap yang harus saya lalui, seperti Administrasi, TPA (soft competency dan on the spot writting), dan tes wawancara. Alhamdulillah lulus, meskipun sempat nda percaya diri dites wawancara, karna harus ngomong pake bahasa inggris”,

Terakhir, jannah menyampaikan, inti dari perjuangannya menuju pulau Jawa, Kediri, yakni mampu berpisah dengan orangtua, sahabat, kerabat, dan orang-orang dicintai demi mengejar beasiswa keluar negeri.

Berikut Karir Nur Jannah Husain selama berproses di Organisasi:

– Pengurus Lemba Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar periode 2014-2015
– Wakil Sekretaris Umum PPPA HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar periode 2015-2016
–Kandidat Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar tahun 2017
– Pengurus HMI Cabang Gowa Raya periode 2017-2018.
– Pengurus Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) PB HMI Periode 2018-2020.

Editor: Syukur

Terbitkan Pada: 19 September 2019 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat