CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Tolak Penetapan Kajur Impor, Puluhan Mahasiswa Tekhnik PWK UIN Alauddin Menggelar Aksi Solidaritas

GOWA, POSTUNEWS.COM  – Puluhan Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknolgi UIN Alauddin Makassar menggelar aksi solidaritas menuntut demokrasi kampus di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Samata, Selasa (27/8/2019).

Mereka menilai, UIN Alauddin Makassar saat ini, sangat butuh perhatian dengan segala probelamatika yang terjadi.

“Mekanisme penetapan pimpinan birokrasi di UIN Alauddin Makassar, yang berdasar dari PMA No.68 Tahun 2015 mengenai penetapan rektor, dekan hingga ketua jurusan, dinilai menciderai demokrasi kampus”, teriak Laode selaku Jendral Aksi dalam orasinya.

Loading...

Sebab, tidak melibatkan mahasiswa dalam penetapan Ketua Jurusan (Kajur) Teknik PWK UIN Alauddin Makassar, dan terindikasi suatu tindakan nepotisme.

Di lain sisi, dengan penetapan yang demikian, dinilai tidak memberikan dampak yang baik terhadap stabilitas di UIN Alauddin Makassar dan malah memberikan gejolak dan membuat gaduh internal kelembagaan, terkhusus mahasiswa.

Loading...

“Saat ini pra penunjukan langsung ketua-ketua jurusan, terkhusus di jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota yang sangat jauh dari ekspektasi mahasiswa”, terangnya.

Dalam penetapan Ketua Jurusan, mereka hanya menginginkan alumni jurusan Teknik PWK atau memiliki disiplin ilmu dari jurusan tersebut.

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kualitas ketua jurusan berpengaruh besar terhadap kualitas mahasiswa dalam kepemimpinan 5 tahun masa jabatannya. Makanya, kami hanya butuh Kajur yang paham kondisi di PWK”, ucapnya.

Loading...

Laode pun menyampaikan, kampus UIN Alauddin Makassar harus terhindari perilaku nepotisme. Bahkan, mereka menolak adanya Kajur impor.

“Kami tegaskan, kami mahasiswa jurusan PWK menolak keras Kajur impor dan non-linear (selaras). Kami juga memita agar PMA No.68 Tahun 2015 direvisi”, tegasnya.

Untuk itu, sambung Laode, demi memberikan nilai tersendiri dan menjadikan parameter terhadap kalangan mahasiswa untuk menolak ketua jurusan yang tidak mengetahui internal mahasiswa menjadikan ketua jurusan.

“Kami ingin meminimalisir mis komunikasi antar birokrasi jurusan dan mahasiswa. Inilah yang diharapkan penuh mahasiswa Teknik PWK, demi terwujudnya cita-cita bersama”, tutupnya.

Terbitkan Pada: 28 Agustus 2019 by Corps News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat