Petisi ini dilakukan untuk menanggapi berbagai persoalan terkait dengan ungkapan kebencian yang dilakukan oleh Ustad Abdul Somad terhadap Salib Suci yang diimani oleh Umat Kristiani.

Aksi Damai yang bertemakan “Doa Untuk Negeri” ini diawali dengan orasi-orasi yang dilakukan oleh para anggota organisasi pemuda yang ada di Belu. Dalam orasinya mereka menekankan soal nasionalisme, kerukunan antar umat beragama di Indonesia, dan perang melawan ujaran kebencian terhadap agama lain.

Feros Naiaki selaku Koordinator umum Aksi Damai tersebut menuturkan bahwa Indonesia Merdeka Karena perjuangan dari berbagai golongan Ras, Suku, dan Agama. Karena itu, sebagai anak Bangsa Indonesia, dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, wajib hukumnya untuk menjaga keutuhan NKRI.

Loading...

Lebih lanjut dirinya menegaskan kepada para pemimpin dan tokoh agama agar jangan membuat atau mengajarkan ujaran kebencian kepada agama lain.

Dijelaskan bahwa, melihat kondisi bangsa akhir-akhir ini, Para Pemuda Kabupaten Belu menjadi miris dan merasa sedih. Karena itu, mereka menegaskan kepada masyarakat di Kabupaten Belu agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dan perang melawan berbagai ujaran kebencian terhadap agama lain.

Loading...

Lebih lanjut dikatakan bahwa petisi yang dibuat ini akan dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo agar segera menyikapi persoalan terkait dengan ajaran kebencian terhadap agama lain yang bertujuan untuk memecah belah keutuhan NKRI.

Untuk diketahui, Aliansi Organisasi pemuda Belu NTT terdiri dari beberapa organisasi antara lain: THS-THM Wilayah Belu Utara Distrik Keuskupan Atambua, PMKRI, GMNI, Forkoma PMKRI, Pemuda Katolik, Forpelita Kabupaten Belu, Pemuda Ansor, Pemuda Gereja Bhetel Indonesia.(FN)