CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Baku Tembak Kembali Pecah Di Papua

BAGIKAN :
JAKARTA – Aparat gabungan TNI/Polri turus melakukan presure terhadap posisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) . Bahkan langkah itu menyebabkan baku tembak pecah di pusat keramaian, Pasar Jibama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, kemarin (23/8). Satu tewas dalam peristiwa itu.

Kapolres Jayawijaya Ajun Komisaris Besar Polisi Tonny Ananda Swadaya dalam keterangannya mengatakan satu pelaku ditembak mati. KKB juga menembak satu polisi di bagian paha dan seorang kamra yang kini dirawat di RSUD.

Pelaku dilaporkan mengancam masyarakat yang berada di lokasi sehingga masyarakat berhamburan ke luar wilayah pasar. “Kita melakukan negosiasi untuk persuasif tetapi dia tembak ke arah saya tiga butir sehingga kita tembak mati,” katanya.

Pelaku dan empat orang lainnya yang turun ke kota Wamena merupakan kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya. “Sebelumnya Egianus menyampaikan bahwa mereka akan buat teror di kota Wamena,” katanya.

Loading...

Kapolres memastikan empat hari belakangan KKB meneror warga di Kimbim dengan tembakan serta membawa senjata laras panjang masuk pusat keramaian. Saat melakukan penyisiran di lokasi Pasar Jibama, empat orang yang bersama korban sudah kabur.

KKB yang sebelumnya identik dengan penyerangan di wilayah hutan belantara kini masuk ke pusat keramaian dan belum diketahui pasti penyebab mereka turun ke kota.

Loading...

Sebanyak 13 satuan setingkat kompi (SSK) dari sejumlah Polda masih diperbantukan di wilayah Papua Barat meski kondisi keamanan dinilai sudah kondusif.

Terpisah, Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Herry Rudolf Nahak menegaskan sejak sehari setelah kericuhan terjadi di Manokwari, Polda Papua Barat mendapat kekuatan tambahan sebanyak enam SSK.

Kemudian satu SSK di antaranya digeser ke Kabupaten Fakfak karena terdapat aksi sehingga sebanyak 5 SSK dari Polda Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Maluku bersiaga di Manokwari. Untuk keamanan Fakfak, selain 1 SSK dari Polda Sulawesi Tenggara yang digeser dari Manokwari, juga terdapat tambahan kekuatan 1 SSK dari Polda Kalimantan Timur.

Loading...

Sementara untuk Kota Sorong, personel yang diperbantukan sebanyak 6 SSK dari Sulawesi Selatan, Bali dan NTB. “Saya berharap aktivitas berjalan normal seperti sedia kala. Kegiatan sekolah dan ekonomi berjalan normal,” ujar Herry Rudolf Nahak.

Menurut dia, terdapat aksi unjuk rasa pada Jumat di Sorong, tetapi semua berjalan normal, masyarakat pun membantu membuka ruas jalan yang diblokade dan bersih-bersih. Sedangkanaksi damai juga terjadi di Kabupaten Kaimana menolak rasisme yang hingga akhir berjalan lancar.

“Kabupaten lain relatif tidak ada kegiatan sehingga bisa dikatakan secara umum situasi wilayah hukum Polda Papua Barat dalam keadaan baik dan kondusif. Saat ini siaga jaga situasi keaamanan,” tutur Kapolda. Ia belum diketahui sampai kapan tambahan kekuatan tersebut bersiaga di wilayah Papua Barat.

Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD) bersama sejumlah perwakilan mahasiswa dan pemuda Papua menyampaikan Resolusi untuk menjawab persoalan Papua kepada Presiden Joko Widodo melalui Deputi V KSP yang membidangi masalah Papua.

“Resolusi ini hasil dari Musyawarah Besar Mahasiswa dan Pemuda Papua pada 5-7 Agustus 2019 lalu di Yogyakarta, berisi prinsip-prinsip penyelesaian berbagai macam persoalan di Papua, merujuk pada Musyawarah Besar yang melibatkan sekitar tiga ratus mahasiswa dan pemuda Papua dari 14 kota di Indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum PRD Alif Kamal dalam keterangan tertulisnya, kemarin (23/8).

Dalam bidang politik dikemukakan pentingnya perubahan cara pandang kita atas persoalan di Papua dengan landasan sosionasionalisme yang mengedepankan prinsip perikebangsaan dan peri-kemanusiaan.

Selain itu, resolusi PRD ini juga mencantumkan dialog seluas-luasnya dan partisipatif untuk menyelesaikan persoalan Papua, serta pembentukan Dewan Rakyat Papua (DRP) sebagai lembaga yang mewadahi unsur terpenting dari struktur sosial masyarakat Papua (suku-suku). “Berbeda dibandingkan MRP, DRP ini memiliki kewenangan legislasi, anggaran, dan kontrol, sehingga tidak sebatas simbolik,” ujar Kamal.

Dalam bidang ekonomi, ditekankan persoalan memajukan pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Dikatakan dalam resolusi tersebut, harus ada pengakuan negara atas hak masyarakat adat terhadap sumber daya alam (tanah, air, dan kandungannya).

Terkait dengan perkembangan terbaru di Papua, Alif menjelaskan bahwa keadaan tersebut justeru membuat resolusi ini semakin mendesak untuk disampaikan. Ia berharap Jokowi dapat segera meresponnya serta mengambil langkah-langkah penyelesaian yang menyentuh substansi masalah.

Menurut Ketua Umum PRD Agus Priyono untuk segera menyelesaikan gelombang gerakan massa di Papua dan daerah lain yang dipicu oleh kasus kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di Malang, Semarang, Surabaya yang disertai tindakan rasisme, agar tidak jadi preseden.

Maka kata dia penegak hukum harus segera melakukan langkah kongkrit, tanpa pandang bulu menangkap serta mengadili siapapun yang terlibat, karena tindakan tersebut telah melukai martabat saudara kita masyarakat Papua, bertentangan dengan nilai Pancasila serta mencabik-cabik Persatuan Nasional.

Agus Jabo menambahkan masalah sering kali muncul akibat dari kesalahan penanganan dalam menyelesaikan persoalan. Dan hal tersebut bersumber dari kesalahan cara pandang atas berbagai persoalan di Papua.

“Kami berharap ada perubahan cara pandang terhadap Papua serta menggunakan pendekatan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar seperti yang terjadi sekarang ini. Peristiwa ini menjadi cermin bagi kita semua bahwa ternyata ikatan kebangsaan kita rapuh,” katanya.

Menurut dia sudah saatnya semua elemen bangsa termasuk di dalamnya elit politik melakukan otokritik, bahwa kepentingan bangsalah harus diutamakan, di atas kepentingan Partai maupun kepentingan golongan. “Dan konsep kebangsaan yang hanya mengedepankan kesatuan teritorial adalah konsep yang sudah usang, kebangsaan kita harus diletakkan di atas prinsip Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi, yaitu kemanusiaan serta kesejahteraan,” kata dia.(FIN.CO.ID)

Terbitkan Pada: 24 Agustus 2019 by Corps News

BAGIKAN :

5 thoughts on “Baku Tembak Kembali Pecah Di Papua

  1. Ping-balik: cytotmeds.com
  2. Wonderful work! This is the type of info that should be shared around the net. Shame on Google for not positioning this post higher! Come on over and visit my website . Thanks =)

  3. Loading...
    Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat