Tukang Bakso yang Jual Istri Mengaku Tidak Menikmati Sensasi Threesome

0
652
Dian Tri Susilo (kaus merah)/Foto file: Deny Prastyo Utomo

Surabaya – Tukang bakso yang menjual istrinya dengan menawarkan layanan threesome angkat bicara soal sensasi seks bertiga. Ia mengaku tidak menemukan sensasi yang luar biasa saat melakukan threesome.

“Sensasi threesome biasa,” kata sang tukang bakso, Dian Tri Susilo (20) di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (14/8/2019).

Kepada polisi, Dian mengaku sudah tiga kali menjual sang istri dengan menawarkan layanan seks bertiga. Namun yang terakhir mereka gagal melakukannya karena keburu datang petugas dari Polrestabes Surabaya yang melalukan penggerebekan di sebuah kamar hotel di Jalan Diponegoro.

Dian mengaku tidak menikmati sensasi threesome. Ia nekat menjual istrinya hanya demi uang. Demi tambahan pemasukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Karena threesome dapat uang,” imbuh Dian.

Bahkan, Ia mengaku merasa cemburu saat pertama kali melihat sang istri berhubungan badan dengan lelaki lain di hadapannya sendiri. Terlebih pria tersebut merupakan temannya sendiri, yang menjadi pelanggan pertama dengan tarif threesome Rp 100 ribu.

“Agak cemburu,” terang Dian.

Selain cemburu, ia juga kerap dihantui beban lain saat melakukan seks bertiga. Ia takut apa yang mereka lakukan menjadi pintu masuknya virus yang mematikan seperti HIV.

“Takut (penyakit) sebenarnya,” lanjutnya.

Dian yang mengaku terjepit kebutuhan ekonomi gagal meraup Rp 2 juta dari tarif threesome yang ketiga. Pasutri itu digerebek petugas Polrestabes Surabaya saat akan berhubungan seks bertiga bersama seorang pelanggan.

“Pada saat kita grebek di kamar hotel di wilayah Surabaya Selatan, kami mendapati mereka sedang persiapan berhubungan seksual dalam keadaan telanjang bulat. Tapi belum berhubungan seksual,” kata Kanit Unit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Atas perbuatan tersebut, pelaku terancam terjerat Pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kemudian Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP atau mencari keuntungan dari pelacuran perempuan. (Detikcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here