CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Sejarah Masjid Dan Makam Imam Bonjol di Manado

BAGIKAN :

MANADO – Kehidupan masyarakat Kota Manado yang plural diwarnai dengan hadirnya rumah-rumah ibadah yang letaknya berdekatan, bahkan bersebelahan seperti masjid dan gereja. Keberadaan sejumlah masjid tak hanya dilihat sebagai sebuah rumah ibadah, melainkan juga mempunyai nilai sejarah.

Salah satunya Masjid Imam Bonjol Lota. Dari namanya kita bisa menebak bahwa masjid ini memiliki kaitan erat dengan sosok pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol. Masjid ini terletak di pinggiran Kota Manado, masuk wilayah Kabupaten Minahasa, tepatnya di Desa Lota, Kecamatan Pineleng.

Masjid ini berada di sisi kiri jalan dan berhadapan dengan makam Tuanku Imam Bonjol. Dindingnya Bercat putih dengan kombinasi warna hijau, masjid
ini berada di tengah-tengah kompleks permukiman warga yang umumnya beragama Nasrani. Tapi dengan adanya perkembangan Jaman sekarang udah pada banyak yang menjadi Mu’alaf hingga di area masjid itu ada Jama’ah Tabllig berasal dari Negara Pakistan yang udah kawin mawin dengan Warga masyarakat sekitar,” ujar ahmad “salah satu, warga yang tinggal di sekitar masjid.

Loading...

Berdasarkan cerita yang berkembang, keberadaan rumah ibadah umat Islam itu bersamaan dengan kehadiran Tuanku Imam Bonjol di Lota.

Pada waktu itu di jaman dahulu peristiwa Perlawanan Imam Bonjol terhadap kolonial Belanda membuat para ulama ulama besar Indonesia diasingkan ke berbagai pelosok Nusantara. Salah satunya Ulama besar dari Minangkabau
Tuanku Imam Bonjol itu mengembuskan nafas terakhirnya pada 6 November 1864, di sebuah desa kecil bernama Lota, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Loading...

“Tuanku Imam Bonjol rela diasingkan, daripada harus berkhianat kepada bangsanya beliau memilih diasingkan Hingga akhirnya dia wafat di Lota ini,” tutur Nurdin Popa, salah seorang keturunan dari pengawal Imam Bonjol yang bernama Apolos Minggu (Mu’alaf)

Di sekitar makam Tuanku Imam Bonjol, terdapat 20 kepala keluarga yang setiap harinya mengurus dan merawat kebera daan makam Imam Bonjol, dan masjid
Imam Bonjol tersebut.

“Terakhir semua yang berada di area masjid itu masih punya garis keturunan yang sama dari Apolos Minggu. Keluarga-keluarga ini yang membentuk komunitas Islam di Lotta, dan kemudian menyebar ke Pineleng sebagai pusat kecamatan hingga ke Area Kota Tondano,” tutur Nurdin Popa.

Loading...

Editor: Zulkarnain
@COPYRIGHT@Corps-News.com

KORPS Nusantara Indonesia Timur

Terbitkan Pada: 29 Mei 2021 by Corps News

BAGIKAN :
Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat