CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

DEMOKRASI SETENGAH HATI,OPINI MALIKA DWI ANA

BAGIKAN :

 

DEMOKRASI SETENGAH HATI,oleh Malika Dwi Ana-Pengamat Sosial Politik

Jakarta – “Sesungguhnya Pembebas Rakyat  itu tidak ada, Rakyatlah yang harus membebaskan dirinya sendiri”- Che Guevara

Loading...

Senada dengan Che Guevara, sejak 4 abad yang lalu, John Locke di Inggris telah menggaungkan: RAKYAT memiliki hak untuk turun melawan pemimpin yang mengkhianati janjinya. Baik eksekutif maupun legislatif. Dan pendapat John Locke ini diadopsi oleh hukum internasional sebagai dasar untuk mengakui sahnya people power.

Flash back saja, jika ada yang bilang tahun 98 dan sekarang itu adalah demonstrasi yang berbeda, maka sebenarnya karena sudut pandang saja yang berbeda. Esensinya tetaplah sama. Ada sebagian masyarakat yang merasa diperlakukan ngga adil, ditidak jujuri, alias dicurangi, dilukai, dikecewakan, disakiti atau dijahati oleh rezim penguasa. Dan mereka melawan…

Loading...

Di kubu 01 sebagai status quo menginginkan mempertahankan kekuasaan bernarasi bahwa Demo tempohari tidak konstitusional bla bla bla. Jaman Soeharto, demo-demo oleh mahasiswa di 1997-1998 juga dilabeli sama; makar yang berujung kerusuhan.

Beberapa diantara anda yang dulunya aktifis ngotot dengan mengatakan rezim orde baru pantas ditumbangkan karena korupsi dan fasis otoriter. Berdarah-darah memperjuangkan demokrasi, beberapa hilang diculik hantu reformasi. Dan kalian mengutuk-ngutuk rezim ORBA hingga saat ini.

Menurut yang demo tempo hari, rezim ini juga penuh dengan korupsi, ketidak adilan, kecurangan, pemiskinan, dan pembodohan massal. Fasisnya juga sudah mulai. Hukumnya memihak penguasa. Terbukti Wiranto dan Tito tempo hari punya nyali untuk menyikat para demonstran yang katanya disusupi perusuh itu. Ada 8 yang meninggal. Ratusan luka-luka. Sebagiannya hilang entah kemana. Lalu anda tepuk tangan? Ya semata karena anda merasa diuntungkan, begitukah?

Loading...

Jika Soeharto pada tahun 98 masih punya hasrat untuk berkuasa dan memerintahkan tentara untuk sikat habis demonstran itu, tetap akan ada sebagian masyarakat yang bertepuk tangan, masyarakat pro status quo tentunya… Persis kalian hari ini!

Akan halnya tuntutan pihak yang katanya kalah ke MK juga sama. Pantaskah anda nyumpah-nyumpahin orang yang sedang menuntut keadilan? Dan kematian warga negara di 21-22 Mei oleh aparat itu ngga bisa dianggap remeh. Sungguhpun anda tidak segolongan dengan yang meninggal. Juga kematian petugas KPPS yang berapa ratus itu, tetap harus diinvestigasi dengan sungguh-sungguh. Negara tetap harus bertanggung jawab atas banyaknya kematian itu.

Sampeyan tahu arti demokrasi? Democracy is regulated: menegakan aturan main !!

Dalam demokrasi ada adagium,
“it is not the function of the government to oversee the people but on the contrary is the duty of the people to control the government …”.

Fungsi pemerintah itu
BUKAN untuk mengawasi rakyat tetapi sebaliknya, adalah TUGAS RAKYAT UNTUK MENGENDALIKAN PEMERINTAH… “.

“Jika yang terjadi sebaliknya itu bukan mentalitas demokrasi. Tapi itu totaliter!”

Ketika pemerintah tidak menghormati rakyatnya, dan rakyat sudah tidak lagi percaya dan tidak lagi mendapatkan perlindungan dari pemerintahnya; mau jadi apa bangunan yang disebut negara itu? Masihkah ada negara?

Kopi_kir sendirilah!

#kopitalisme #kopilosophi #kopisuhiwae

Terbitkan Pada: 28 Juni 2019 by Corps News

BAGIKAN :

8 thoughts on “DEMOKRASI SETENGAH HATI,OPINI MALIKA DWI ANA

  1. Loading...
    Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat