CORPS NEWS

FAKTUAL DAN BERIMBANG

SELAMAT DATANG
DI MEDIA CORPS NEWS
FAKTUAL DAN BERIMBANG

Gubernur NTT : Gereja Mesti Terlibat Aktif Dalam Perjuangan Melawan Sampah Plastik

NTT – Gereja mesti terlibat aktif dalam perjuangan melawan sampah khusus sampah plastik. Tidak hanya berhasil dalam mengusahakan kebersihan spiritual tetapi juga kebersihan Lingkungan.

“Saya meminta para diakon yang sudah ditahbis harus mampu menunjukkan jati dirimu sebagai orang bersih. Bukan hanya bersih secara spiritual tetapi juga aktif untuk melihat Lingkungan bersih. Kalau lihat umat buang sampah, tegur. Makan permen, buang sembarang, tegur. Isap rokok, buang sembarang, tegur. Minum aqua, buang sembarang, tegur. Jangan pernah berhenti untuk mengingat umat agar hidup bersih, ”jelas Gubernur Viktor saat memberikan sambutan pada acara pentahbisan Diakon di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui, Jumat (31/5).

Ada 18 Diakon yang ditahbiskan dengan menerima 8 orang dari Keuskupan Agung Kupang, 8 dari Keuskupan Atambua dan 2 dari Keuskupan Weetebula.

Loading...

Menurut Gubernur NTT, perang melawan sampah adalah pekerjaan bersama. Ini tanggung jawab pemerintah dan gereja. Bukan pemerintah saja, Bukan gereja saja. Tapi tanggung jawab bersama.

“Selalu saya katakan di mana-mana, pemerintah provinsi NTT tidak akan mampu membawa visi dan mimpi yang diperlukan selama gereja tidak dapat diaktifkan secara aktif. Gereja harus mulai mendorong umat untuk mengelola sampah dengan baik. Saya bilang, perang melawan sampah. Kalau boleh, lihat siapa saja yang membuang sampah, tegur khusus sampah plastik karena daya rusak luar biasa, ”harap politisi Nasdem tersebut.

Loading...

Lebih lanjut, mantan Ketua Fraksi Nasdem ini mengatakan, pribadi yang sangat terkait dengan stigma kota terkotor yang disematkan pada kota terima kasih, kota Kupang. Sebagai gubernur yang lahir di Kota Kupang dan sekarang memerintah dan berkantor di kota ini, diperintah untuk menunjukkan kepada semua orang tentang stigma yang tidak tepat.

“Kita sedang berperang karena ini memberikan stigma buruk kepada kita, sebagai orang-orang kotor. Ini perang kita. Kita harus merefleksi diri untuk menjadi manusia yang bisa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tiap pagi kalau saya keliling, lihat sampah, hati saya sedih, ”jelas pria asal Semau tersebut.

Tantangan untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat, lanjut Viktor, memang bukan hal yang mudah. Setiap hari jumat dan sabtu, kita bergerak lebih banyak termasuk ASN untuk membersihkan sampah, namun hari senin sampah lagi. Tapi ini tantangan bagi kita. Tidak boleh berhenti mengingatkan masyarakat.

Loading...

“Sebagai Gubernur saya Diperbaharui dan didorong kami untuk mengubah dari waktu ke waktu. Saya menghimbau kita untuk tanam kelor. Orang kadang anggap remeh tentang kelor. Tapi (tanaman) ini berkat yang Tuhan berikan untuk NTT.Saya minta para diakon selain urus (layani) umat, urus juga tanam kelor, ”pesan Viktor Laiskodat.

Permintaan kelor dari Jepang, lanjut Viktor, satu bulan adalah sebesar 40 ton dalam bentuk bubuk. Tapi kita tidak sanggup penuhi itu. Bulan Oktober, kita rencanakan ekspor kelor perdana ke Jepang.

“Sekarang pemerintah dorong masyarakat untuk meminta dalam hal ini. Dan gereja harus berpartisipasi aktif di sana. Itu harus kita lakukan. Karena kelor bertahan sampai 60 tahun. Jangan pernah capeh untuk kerja dan kerja, ”pungkas Viktor.

Sementara itu, Monsinyur (Mgr) Dominikus Saku, Uskup Atambua selaku Uskup Pentahbis dalam sambutannya mengatakan, makna dari tahbisan diakon adalah pelayanan. Menghindari kegembiraan dalam pelayanan yang dilakukan semakin banyak yang dibawa keluar dari keterkungkungan.

“Apa yang disampaikan Bapak Gubernur merupakan tantangan bagi gereja khusus para pelayan umat. Banyak yang hanya bergerak seputar altar. Kita ditantang untuk perluas altar Tuhan agar dapat melayani yang lebih luas dan sampai orang terjauh. Bukan hanya pada orang tetapi juga bidang-bidang. Gereja jika hanya terpaku pada bidangnya sendiri lama-lama akan jadi kerdil. Kita harus bekerja sepenuhnya, kreatif dan inovatif, ”ujar Mgr. Domi Saku.

Gubernur yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol NTT menerima misa pentahbisan dari awal sampai akhir dengan penuh khidmat.

Hadir pada kesempatan tersebut para imam, para frater, biarawan / ti, orang tua dan keluarga besar diakon tertahbis, perdebatan umat dan undangan lainnya.

Sumber : mediapurnapolri.net

Terbitkan Pada: 31 Mei 2019 by Corps News

5 thoughts on “Gubernur NTT : Gereja Mesti Terlibat Aktif Dalam Perjuangan Melawan Sampah Plastik

  1. Today, while I was at work, my sister stole my iphone and tested to see if it can survive a 30 foot drop, just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now broken and she has 83 views. I know this is completely off topic but I had to share it with someone!

  2. You completed various fine points there. I did a search on the matter and found a good number of people will go along with with your blog.

  3. Ill right away grab your rss as I can’t find your email subscription link or e-newsletter service. Do you’ve any? Please let me know in order that I could subscribe. Thanks.

  4. Loading...
    Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading...
TERIMA KASIH
TELAH MENGUNJUNGI CORPSNEWS
MEDIA FAKTUAL DAN BERIMBANG
Open chat
1
Selamat Datang Di Media Online Kami
Untuk Informasi CorpsNew Silahkan Chat